Mengenali Laundry Chemical

  • 0

Mengenali Laundry Chemical

chemical laundry

Mengelola bisnis laundry tentu saja wajib paham betul seluk beluk tentang laundry, tak terkecuali bahan-bahan kimia yang lazim digunakan oleh laundry. Bukan hanya untuk menghilangkan noda saja, tetapi bahan-bahan di bawah ini juga sangat mendukung bisnis laundry profesional agar memberikan hasil maksimal.

Proses pencucian membutuhkan bahan untuk media penghilang noda karena sifat noda adalah asam maka bahan kimia untuk penghilang noda bersifat basa. Hal tersebut digunakan sistem ikatan atom dimana asam dan basa seimbang kan menjadi netral yang dianggap bersih karena noda terangkat sehingga pakaian menjadi bersih.

Namun apakah noda hanya asam saja? Tentu tidak. Noda bisa saja berupa minyak, lemak, debu. pewarna dll. Untuk itu diperlukan berbagai jenis pembersih yang berbeda. Berikut ini penjelasannya.

Pemahaman mengenai laundry chemical wajib dimiliki oleh parapengusaha laundry. Berikut ini penjelasan mengenai laundry chemical.

  1. Detergen
    Penghilang noda asam sehingga bersifat basa, dengan pH antara 11-12 bekerja dengan sistem ikatan atom antara asam dan basa sehingga noda akan terangkat dan larut dalam proses pencucian, pemakaian suhu air saat proses pencucian akan memaksimalkan proses yang berlangsung dengan rata-rata suhu air antara 60-80 C, rata-rata detergen bekerja selama 10-15 menit saat proses pencucian dengan jumlah dan takaran tertentu.

Detergen yang digunakan pada proses pencucian secara umum (yang dijual dipasaran umum) sistem bekerjanya sama hanya pada detergen laundry akan lebih kuat maka digunakan sarung tangan untuk mencegah iritasi pada tangan pekerja.
Komposisi detergen retail adalah lehih lembut dan netral sehingga kondisi air tidak berpengaruh banyak terhadap daya kerja detergen hanya jumlahnya akan berbeda saat proses pencuciannya.

  1. Alkalin
    Alkalin bekerja memaksa noda untuk keluar dari serat kain sehingga alkalin akan memberikan keuntungan besar saat proses pencucian, karena alkalin akan membantu kerja dari detergen secara maksimal, mempunyai pH antara 12-13 daya kerja alkalin adalah memberikan tegangan pada permukaan kain sehingga akan menambah kekuatan pada daya gesekan saat proses pencucian sehingga noda cepat hilang. Sifat jelek alkalin adalah membuat kain menjadi cepat rusak (bladus/serat kain akan putus dan terangkat ke permukaan kain) bahkan dengan pemakaian yang terus menerus dalam jumlah besar akan membuat kain menjadi cepat rusak/sobek.

Campuran antara alkalin dan detergen akan dapat menghilangkan noda darah secara cepat. Kandungan alkalin tinggi biasanya terdapat pada produk sabun colek, sabun batangan dan beberapa produk sabun mandi (sering menimbulkan iritasi atau kulit menjadi kering).

  1. Emulsi
    Emulsi atau Pengemulsi adalah pembuat busa sehingga apabila ditambahkan emulsi pada proses pencucian maka akan timbul busa lebih banyak dibandingkan tanpa emulsi, sifat busa atau foam adalah mengankat minyak/lemak pada noda yang ada di kain sehingga emulsi akan membantu detergen dalam mengangkat noda lemak/minyak. mempunyai pH antara 10-11 akan bekerja secara baik pada suhu antara 50-75 C. Sifat foam atau busa adalah tidak dapat diuraikan maka pemakaian emulsi harus hati-hati sebab limbahnya berupa busa sangat rentan pada pengolahan limbah (dapat mematikan mikroorganisme pada perlakuan pengelolaan air limbah.
  2. Chlorin / Bleach
    Digunakan untuk memutihkan kain putih, bekerja dengan cara mengangkat oksigen dari kain sehingga untuk kain warna akan berubah menjadi putih, mempunyai pH antara 8-9 dengan kemampuan bekerja lebih maksimal pada suhu 60 C, kandungan tertentu dari chlorin dapat digunakan sebagai penyeka noda infeksius pada permukaan keras, dan chlorin bukan sebagai disinfektan kain sebab pemakaian yang berlebihan akan merusak kain tersebut baik kain warna ataupun kain putih.
  3. Oxygen Bleach
    Adalah kebalikan dari chlorin, bekerja dengan menambahkan oksigen pada noda sehingga noda akan tersamar, bekerja dengan pH 10-11, pada suhu 70 C akan lebih maksimal kerja dari oxygen bleach tersebut. Pada proses terentu banyak digunakan untuk menabah cemerlang kain warna, sifatnya adalah menagkat lapisan warna kain sehingga akan terlihat warna kain menjadi lebih cerah. Beberapa produsen menambahkan oxygen bleach dengan H2O2 (hydrogen peroksida) dan digunakan sebagai penghilang noda darah (noda darah akan menjadi busa apabila terkena H2O2, sifat H2O2 akan membuat korosif baik pada kain ataupun pada mesin apabila terkena kulit akan menyebabkan iritasi ringan.
  4. Starch
    Bubuk putih mengandung tepung jagung yang berguna untuk mengkakukan kain atau tekstil, mempunyai pH antara 5-5,5 digunakan untuk melapisi kain sehingga tahan terhadap noda namun kain menjadi kaku karena sifat dari tepung jagung tersebut. Starch banyak digunakan oleh orang-orang Jepang dan China dimana baju-baju mereka terlihat kaku dan selalu rapi juga terlihat pada seragam Angkatan Laut.
  5. Netralizer / Sour
    Digunakan untuk menetralkan sifat kimia pada proses pencucian sebelumnya, seperti detergen, alkalin dan emulsi. Mempunyai pH antara 4-5, karena proses pencucian digunakan basa sebagai penghilang noda maka sifat dari netralizer/sour adalah asam.
  6. Softener / Pewangi / Pelembut
    Digunakan sebagai pelembut dan pewangi sehingga kain yang dicuci akan menjadi lembut dan wangi, aroma wewangian yang digunakan biasanya buah atau bunga, banyak dijual dipasaran umum, untukl kain yang di sterilisasi diharapkan tidak digunakan softener sebab akan beraksi saat dilakukan CSSD. Dibuat dari lemak hewan atau minyak tumbuhan yang akan terurai apabila dilakukan proses pencucian.
  7. Disinfektan
    Adalah pembunuh mikroorganisme yang digunakan khusus untuk kain, disinfektan yang baik akan mempunyai sifat; bersektrum luas, bekerja cepat/waktu kontak singkat, toksisitas rendah, tidak mengiritasi, tidak korosif dan memiliki aktifitas residual. Proses pencucian terutama kain rumah sakit harus mengunakan disinfektan sebab depatermen kesehatan RI sudah menyampaikan bahwa : cairan yang keluar dari orang sakit adalah infeksius, sehingga harus dicuci mengunakan disinfektan untuk mencegah timbulnya nosokomial.

Comments

comments


About Author

Anto Okesip

Anto adalah penulis sekaligus pimred di Tabloid Laundry. Tulisan ini merupakan hasil karyanya selain sebagian besar ditulis di Tabloid Laundry yang terbit setiap bulan.

Leave a Reply